Kabar Warga

Mbah Riyem berjalan untuk menjual lempang di sepanjang Jalan Gajahmada hingga Pasar Winongo Kota Madiun (Jumat. 4/10/2024). Foto by Rasa Warga Suara Madiun

Ditulis Oleh

Waskitaningtyas Dwi Ajeng Nastiti

Kota Madiun — Di tengah kehidupan modern yang semakin serba digital termasuk dalam kegiatan jual beli, ternyata di Kota Madiun masih ada sosok yang melakukan kegiatan perdagngan dengan cara-cara konvensional, bahkan bisa dibilang tradisional. Seperti yang dilakukan oleh Mbah Riyem, seorang wanita berusia 82 tahun yang tetap gigih berjualan lempeng gendong keliling di sekitar Kota Madiun.

Lempeng merupakan makanan ringan khas yang terbuat dari tepung beras dan kelapa, telah menjadi teman hidup Mbah Riyem selama puluhan tahun sejak masih muda. Mbah Riyem berjualan mulai dari jam 5 pagi hingga 11 siang dengan berjalan keliling menjajakan lempeng ke calon pembelinya dengan rute sepanjang Jalan Gajahmada sampai Pasar Winongo. Dengan menggunakan rinjing yang digendong di punggunya, Mbah Riyem setiap hari menjual kurang lebih 400 - 700 lempeng.

Lempeng yang dijual Mbah RIyem merupakan buatannya sendiri. Dengan cara manual, Mbah Riyem memproduksi lempeng yang renyah dan memilki rasa yang khas karena menggunakan resep yang turun-temurun dari pendahulunya dan tanpa bahan pengawet atau perasa buatan.

Dengan senyumnya yang tulus dan semangatnya yang pantang menyerah, Mbah Riyem tidak menyadari telah menginspirasi dan menggugah semangat sebagian banyak orang yang pernah melihatnya secara tidak sengaja waktu keliling. Mbah Riyem yang sudah memasuki usia 82 tahun telah mengajarkan bagaimana caranya bersyukur dengan tidak bergantung kepada orang lain dan lebih memilih untuk terus berusaha semampu tenaganya.


Tags: Kabar Warga