MADIUN – Keamanan informasi penting untuk selalu ditingkatkan. Karenanya, berbagai upaya pun dilakukan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Madiun. Seperti mengikuti kegiatan verifikasi Indeks KAMI (Keamanan Informasi) Tahun 2025 bersama Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Senin (26/1). Kegiatan secara daring ini menjadi bagian dari upaya memastikan transformasi digital pemerintah daerah yang aman, andal, dan terpercaya di tengah meningkatnya ancaman siber.
Kepala Bidang Pengelolaan Statistik dan Persandian Diskominfo Kota Madiun Eny Yusriani menegaskan pentingnya pengukuran ini sebagai langkah strategis dalam memperkuat sistem keamanan informasi pemerintah daerah.
“Pengukuran ini penting untuk memastikan transformasi digital pemerintah berjalan aman dan terpercaya serta menjadi langkah strategis menghadapi ancaman siber yang terus berkembang,” ujar Eny.
Verifikasi Indeks KAMI 2025 menitikberatkan pada sejumlah aspek utama, meliputi kematangan sistem keamanan informasi instansi, kontrol perlindungan data pribadi, pengelolaan dan keamanan layanan komputasi awan (cloud), serta kesiapan tata kelola pemerintahan digital.
Eny menjelaskan, penilaian ini dilakukan karena Diskominfo memiliki tugas dan fungsi di bidang keamanan informasi. Dalam proses verifikasi, BSSN melakukan penilaian awal terhadap indikator yang telah terpenuhi, kelengkapan data dukung, serta aspek yang masih perlu ditambah atau disempurnakan.
Hasil penilaian tersebut akan menjadi dasar pengukuran tingkat kematangan keamanan informasi dalam penyelenggaraan pemerintahan digital di Kota Madiun. Sebelumnya, Diskominfo juga telah menindaklanjuti ITSA Aplikasi JDIH melalui asesmen keamanan aplikasi yang mencakup keamanan dari sisi pemrograman, potensi celah dan kerentanan sistem, serta upaya pencegahan akses oleh pihak tidak bertanggung jawab.
“Harapannya, dari sisi informasi kita benar-benar aman, baik dari penilaian maupun implementasinya,” pungkas Eny.
(Bip/rat/agi/diskominfo)