Rayakan HUT LPPL Radio Suara Madiun Ke-14, Walikota Imbau Peningkatan Inovasi

MADIUN – 14 Tahun mengudara, Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) Radio Suara Madiun telah melekat di hati masyarakat Kota Karismatik. Tak hanya menyajikan hiburan, tapi juga berita-berita informatif sesuai kebutuhan warga.

Atas kinerjanya itu, LPPL Radio Suara Madiun mendapatkan apresiasi dari Walikota Sugeng Rismiyanto pada perayaan hari jadinya, Jumat (25/1). “Ini pasti bukan pekerjaan mudah,” tutur Sugeng dalam sambutannya.

Meski demikian, Sugeng juga mengimbau kepada tim Radio Suara Madiun untuk terus mengembangkan diri. Yakni, dengan berinovasi agar sajian informasi yang disampaikan semakin mengena bagi masyarakat.

Apalagi di era revolusi industri 4.0 saat ini. LPPL Radio Suara Madiun diharapkan dapat mengikuti perkembangan zaman. Sehingga, semakin dekat dengan masyarakat dan dapat diterima segala usia.

Dalam peringatan 14 tahun Radio Suara Madiun juga menyajikan sosialisasi cukai bagi tamu undangan dan penonton yang menyaksikan kegiatan mereka di halaman Suncity Madiun. Materi seputar pengertian cukai, macam barang yang dikenai cukai, hingga pelanggaran dan sanksinya.

“Ini memberikan pemahaman bagi kita semua terkait batasan-batasan barang kena cukai yang legal maupun ilegal. Masyarakat, terutama pedagang harus paham tentang ini,” tegas Sugeng.

Lebih lanjut, Sugeng menjelaskan, cukai mendatangkan manfaat bagi masyarakat melalui dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT). Sebab, pemanfaatannya juga akan kembali untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Madiun Subakri menuturkan, sosialisasi cukai terutama ditujukan kepada komunitas pendengar Radio Suara Madiun. Juga, kepada kelompok informasi masyarakat (KIM), serta komunitas akustik cover yang menjadi peserta kompetisi pada perayaan HUT LPPL Radio Suara Madiun ke-14.

Dalam kesempatan itu, Subakri pun menjelaskan bahwa LPPL Radio Suara Madiun berawal dari Radio Khusus Pemerintah Daerah (RKPD) yang berdiri pada 25 Januari 2005. Hingga saat ini banyak inovasi yang telah dan akan dilakukan. “Seperti program Sapa Warga yang mengekspos sekitaran Madiun,” ujarnya.

Pada usia ke-14 tahun ini, berbagai program baru telah dipersiapkan. Salah satunya, siaran berjejaringan bersama LPPL se-Jawa Timur. Tak hanya membangun hubungan antar-LPPL, program ini juga sekaligus mengenalkan potensi wisata di area Madiun kepada warga Jatim.

Rangkaian hari jadi LPPL Radio Suara Madiun telah dimulai pada 20 Januari lalu dengan menggelar kuis berhadiah melalui siaran radio dan Instagram Suara Madiun. Kemudian, edisi spesial siaran pada 24-25 Januari.

“Puncaknya pada hari ini terselenggara festival akustik cover dan sosialisasi cukai kepada masyarakat di halaman Suncity Madiun,” imbuhnya.

Perayaan hari jadi ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Walikota Sugeng Rismiyanto. Kemudian, dilanjutkan dengan pelepasan balon ke udara. (WS Hendro/irs/diskominfo)