"Quarter Life Crisis: Tahap hidup yang penuh tantangan, tapi juga penuh pelajaran. Ingat, kamu tidak sendiri. Hadapi, nikmati, dan teruslah bertumbuh." Foto: IDN Times NTB.com
Silmi Hakim Al qital
Kota Madiun - Menginjak usia 20-an hingga awal 30-an, banyak orang mengalami kebingungan tentang kehidupan mereka, mulai dari karier, hubungan, hingga identitas diri. Perasaan ini dikenal sebagai "Quarter Life Crisis" atau krisis seperempat abad. Fase ini tidak hanya dirasakan oleh satu atau dua orang saja, melainkan banyak orang di seluruh dunia yang sedang menghadapi gejolak emosional serupa. Fenomena Quarter Life Crisis ini memang wajar, dan memahami bahwa Anda tidak sendirian dapat membantu menghadapinya dengan lebih baik.
Apa Itu Quarter Life Crisis ?
Quarter Life Crisis adalah
periode penuh keraguan dan kebingungan yang sering terjadi di usia 20-an hingga
awal 30-an. Pada tahap ini, seseorang mungkin merasa terjebak, bingung, bahkan
tertekan akibat berbagai tuntutan dalam hidup, seperti mencari pekerjaan,
menetap di tempat tinggal tetap, hingga menemukan pasangan hidup. Tekanan dari
diri sendiri dan orang lain untuk mencapai ‘standar kesuksesan’ tertentu sering
kali memicu kecemasan yang dapat mengganggu kesehatan mental.
Mengapa Quarter Life Crisis Terjadi ?
Quarter Life Crisis bisa muncul
karena banyak faktor, baik internal maupun eksternal. Di satu sisi, ada
tuntutan untuk memenuhi standar kehidupan yang sering diukur dengan pekerjaan
mapan, status sosial, dan kestabilan finansial. Selain itu, kondisi ekonomi dan
pasar kerja yang tidak stabil turut menambah tekanan. Tidak semua orang
berhasil langsung mendapatkan pekerjaan impian setelah lulus kuliah, dan bagi
banyak orang, realita ini cukup menekan. Ditambah lagi, adanya harapan dari
keluarga untuk mencapai sesuatu sering kali membuat seseorang merasa terbebani.
Dampak Positif Dan Negatif Dari Quarter Life Crisis
Quarter Life Crisis sebenarnya
memiliki dampak positif. Melalui krisis ini, kita jadi lebih menyadari tujuan
hidup. Berbeda jika hidup selalu berjalan lancar tanpa tantangan; kesadaran
akan makna hidup mungkin tidak akan tumbuh. Dengan memiliki tujuan, kita
terdorong untuk berusaha mencapainya, mengeluarkan upaya dan usaha terbaik
dalam proses tersebut. Fase ini, meski penuh tantangan, dapat menjadi pendorong
untuk meraih impian dan membangun diri lebih kuat.
Quarter Life Crisis dapat membawa berbagai dampak negatif juga, seperti stres, frustrasi, dan rasa tertekan yang membuat seseorang enggan beraktivitas atau menjalani rutinitas. Hal ini sering kali dipicu oleh tuntutan dari orang-orang di sekitar, seperti keluarga, teman, atau lingkungan sosial, yang memiliki ekspektasi tinggi terhadap pencapaian karier atau kehidupan pribadi. Tuntutan tersebut dapat mengubah krisis yang sebenarnya umum terjadi menjadi lebih sulit untuk dihadapi, sehingga seseorang merasa berada dalam tekanan yang berlebihan atau "under pressure." Kondisi ini akhirnya memperburuk tingkat stres dan frustrasi, membuat fase quarter life crisis terasa lebih berat.
Tanda-Tanda Mengalami Quarter Life Crisis
Tanda-tanda seseorang sedang
mengalami quarter life crisis atau krisis seperempat abad antara lain yaitu pertama,
muncul kebingungan tentang langkah selanjutnya dalam hidup, terutama setelah
menyelesaikan pendidikan. Kebingungan ini sering kali diperparah oleh
pertanyaan dari orang sekitar, seperti "setelah lulus, mau ke mana?"
atau "rencana selanjutnya apa ?", yang membuat individu merasa
tertekan karena belum memiliki arah yang jelas. Kedua, rasa jenuh terhadap
pekerjaan dan rutinitas sehari-hari mulai terasa. Seseorang mungkin merasa
bosan atau tidak lagi menemukan kepuasan dalam pekerjaan yang dijalani, baik
dari segi tugas harian di tempat kerja maupun rutinitas lain yang berulang.
Banyak orang yang menganggap bahwa fase ini adalah sebuah kegagalan, padahal ini adalah bagian dari proses menuju kematangan. Banyak tokoh terkenal dan sukses juga mengalami quarter life crisis, namun mereka menggunakan pengalaman ini untuk menemukan tujuan hidup dan membangun kehidupan yang lebih berarti.
Robik Anwar Dani, seorang psikolog, dalam acara Dialog Spektrum Kota di Radio Suara Madiun, menyampaikan pesan tentang quarter life crisis. Ia menekankan bahwa "Quarter Life Crisis adalah masa yang memang dialami oleh semua orang, jadi bukan hanya kita saja yang mengalaminya. Tetap semangat, dan jika teman-teman sedang mengalami , ingatlah bahwa ini adalah fase yang perlu kita hadapi."
Quarter life crisis bisa menjadi momen berharga untuk mengenal diri lebih dalam. Dengan memahami bahwa Anda tidak sendirian, dan bahwa banyak orang di luar sana sedang menghadapi hal serupa, Anda dapat mengurangi rasa takut dan kecemasan. Krisis ini hanyalah bagian dari perjalanan hidup, dan melewatinya dengan bijaksana akan membuat Anda lebih kuat dan siap menghadapi tantangan berikutnya.