Kabar Warga

Aktivitas jual-beli unggas di Pasar Punthuk Kota Madiun

Ditulis Oleh

Silmi Hakim Al qital

Kota Madiun - Pasar Punthuk, itulah nama yang terletak di Jalan Puntuk, Kecamatan Taman, Kota Madiun. Adalah salah satu pasar tradisional yang ramai dikunjungi masyarakat setiap harinya. Pasar ini dikenal sebagai pusat perdagangan berbagai jenis unggas seperti ayam dan mentok. Salah satu penjual unggas yang cukup terkenal di sini adalah Ibu Sri Wahyuningsih yang telah berdagang unggas sejak tahun 2002. Beliau dikenal oleh pelanggan setianya sebagai pedagang yang jujur dan ramah. Ia menjual unggas terutama ayam dan mentok. Ketika memulai usahanya pada tahun 2002, harga unggas sangat terjangkau, dengan ayam dijual seharga Rp 10.000 hingga Rp 15.000 per ekor. Namun, seiring berjalannya waktu dan dengan berbagai faktor ekonomi yang mempengaruhi harga, kini ayam dijual dengan harga berkisar antara Rp 85.000 hingga Rp 100.000 per ekor, tergantung pada ukuran dan jenisnya. Sementara itu, mentok dijual dengan harga Rp 45.000 hingga Rp 55.000 per ekor.

Unggas-unggas yang dijual oleh Ibu Sri sebagian besar berasal dari peternakan miliknya sendiri. Selain itu, ia juga bekerja sama dengan penjual unggas lainnya untuk memenuhi kebutuhan pasar. Menurut Ibu Sri, pembeli unggas di Pasar Punthuk memiliki beragam keperluan. Ada yang membeli untuk dikonsumsi, baik untuk masakan sehari-hari maupun untuk acara tertentu seperti hajatan. Namun, ada pula yang membeli unggas untuk dipelihara terutama ayam kampung yang dikenal memiliki nilai lebih dari segi kesehatan dan hobi. "Saya tidak bisa memastikan berapa banyak unggas yang akan terjual setiap harinya, kadang hanya laku tiga hingga lima ekor, kadang lebih. Semua tergantung pada jumlah pembeli yang datang" ujar Ibu Sri ketika ditemui di lapak dagangannya.

Ibu Sri biasanya membawa sekitar 10 ekor unggas ke pasar tiap harinya. Jumlah ini memang tidak terlalu banyak, tetapi cukup untuk memenuhi permintaan harian dari pelanggan tetapnya. Kegiatan jual-beli dimulai sejak pukul 06.00 pagi dan berakhir pada pukul 13.00 siang. Di tengah kesibukan pasar, suasana tawar-menawar antara penjual dan pembeli menjadi pemandangan yang biasa terlihat. Masyarakat yang datang ke Pasar Punthuk umumnya masih menggunakan sistem tawar-menawar untuk mendapatkan harga terbaik, terutama dalam pembelian unggas.

Selain itu, salah satu kelebihan yang ditawarkan oleh para pedagang unggas di Pasar Punthuk adalah adanya jasa penyembelihan unggas di sekitar area penjualan. Para pembeli tidak perlu repot untuk membawa unggas hidup pulang ke rumah. Setelah membeli, unggas bisa langsung disembelih dan dibersihkan di tempat. Jasa penyembelihan ini sangat membantu masyarakat, terutama yang ingin langsung memasak unggas tersebut. Aktivitas jual-beli unggas di Pasar Punthuk tidak hanya menjadi sumber mata pencaharian bagi Ibu Sri dan pedagang lainnya, tetapi juga menjadi bagian penting dari roda ekonomi masyarakat sekitar. Meski harga unggas mengalami fluktuasi dari tahun ke tahun, pasar ini tetap menjadi salah satu tujuan utama bagi masyarakat Kota Madiun dan sekitarnya yang ingin membeli unggas dengan kualitas yang baik dan harga yang bersaing.

Selain sebagai tempat jual-beli, pasar ini juga menjadi ruang sosial bagi masyarakat. Banyak pembeli yang datang ke pasar tidak hanya untuk berbelanja, tetapi juga untuk bersosialisasi dengan pedagang dan sesama pembeli lainnya. Hal ini menciptakan hubungan yang akrab antara pedagang dan pembeli, di mana proses jual-beli tidak hanya tentang transaksi, tetapi juga tentang membangun kepercayaan dan hubungan baik.

Dengan pengalaman lebih dari dua dekade, Bu Sri berharap usahanya dapat terus berkembang meski menghadapi berbagai tantangan ekonomi. Ia optimis bahwa permintaan unggas, baik untuk konsumsi maupun peliharaan akan terus ada, terutama karena masyarakat masih sangat menghargai unggas sebagai bagian dari kebutuhan sehari-hari. Pasar Punthuk akan selalu menjadi saksi dari dinamika perdagangan unggas di Kota Madiun, di mana pedagang seperti Bu Sri terus berusaha memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggannya. Meski terlihat sederhana, usaha jual-beli unggas ini menyimpan cerita perjuangan dan keberlanjutan ekonomi masyarakat lokal.

Tags: Kabar Warga