MADIUN – Gelaran upacara hari Senin tingkat SMP dan SMA sederajat di Kota Madiun sedikit berbeda, Senin (25/8). Pasalnya, yang menjadi pembina upacara diisi pejabat luar sekolah. Yakni, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) hingga camat di Pemerintah Kota Madiun. Hadirnya pejabat pemerintah sebagai pembina upacara tersebut diharapkan memberikan pengalaman berbeda kepada peserta didik.
‘’Ini merupakan lanjutan program yang sudah berjalan beberapa waktu yang lalu. Kalau kemarin itu bapak dan ibu lurah serta pejabat eselon II dan III Dinas Pendidikan yang menjadi pembina upacara, kali ini bapak ibu kepala OPD dan camat,’’ kata Kabid Kurikulum, Pembinaan Bahasa, dan Sastra Dinas Pendidikan Kota Madiun Slamet Hariyadi, Senin (25/8).
Adapun materi yang disampaikan meliputi Program Lingkungan Hidup di sekolah dan Gerakan Nasional Ketahanan Pangan. Hal itu sejalan dengan instruksi Wali Kota Madiun Dr. Maidi juga arahan Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK) Agus Harimurti Yudhoyono yang berkunjung ke Kota Madiun beberapa waktu yang lalu. Wali Kota Dr. Maidi memang memberikan perhatian serius akan urusan lingkungan hidup.
‘’Ini harus ditanamkan kepada anak-anak. Harapannya, kecintaan kepada lingkungan ini bisa membudaya dan anak-anak bisa melakukan aksi nyata. Misalnya, disiplin membuang sampah, tidak merusak lingkungan, dan lain sebagainya,’’ imbuhnya.
Terpisah, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Madiun Noor Aflah yang menjadi pembina upacara di SMAN 3 Taruna Angkasa menyebut urusan lingkungan hidup sejatinya menyimpan potensi dan peluang besar. Sebab, di era digitalisasi seperti sekarang ini, urusan lingkungan lah yang belum bisa digantikan dengan robot maupun Artificial Intelligence (AI). Aflah mencontohkan untuk mendapatkan nasi, manusia harus tetap menanam padi.
‘’Anak-anak tidak perlu takut untuk terjun ke hal-hal yang berkaitan dengan lingkungan. Misalnya, pertanian, perkebunan, peternakan, dan lain sebagainya. Ini tidak akan tergantikan, justru hadirnya teknologi ini untuk mempermudah bukan menggantikan,’’ ujarnya.
Kegiatan Kepala OPD dan camat menjadi pembina upacara ini di 25 SMP, SMA, dan SMK negeri di Kota Madiun. Tidak menutup kemungkinan kegiatan bakal berlanjut ke depan mengingat banyaknya manfaat yang bisa didapatkan.
(dspp/rams/bip/agi/madiuntoday)