Kabar Warga

Atraksi tarian Reog Ponorogo digelar secara konfoi di sepanjang Jalan Kweni. (Foto : Rio)

Ditulis Oleh

Mahendra Satrio Laksono

Kota Madiun - Menyambut pergantian tahun memang lebih seru ketika dinantikan bersama keluarga atau teman, apalagi ditutup dengan menyalakan kembang api sebagai simbol pergantian tahun. Namun, warga Jalan Kweni, Kota Madiun, memilih cara yang berbeda untuk menutup tahun 2024 dan menyambut tahun 2025, warga menggelar atraksi kesenian Reog Ponorogo dengan berjalan sepanjang Jalan Kweni. Tentu pesta perayaan ini memberikan nuansa unik dan penuh makna budaya di malam pergantian tahun.

Menurut Marsid, salah satu tokoh masyarakat yang kebetulan juga ketua RT 14, Keliurahan Taman, Kecamatan Taman, Kota Madiun, ide pementasan Reog Ponorogo ini muncul dari diskusi dengan beberapa tokoh masyarakat. Warga sepakat untuk menjadikan momen pergantian tahun sebagai ajang untuk menghidupkan kembali pelestarian budaya lokal di lingkungan Lor Gedong (sebutan lain lingkungan Jalan Kweni) yang sempat redup.

"Ini adalah bagian dari upaya nguri-nguri budoyo Lor Gedong, yang merupakan sejarah dan warisan budaya daerah kami," ujar Marsid (Selasa, 31/12/2024).

Acara ini juga memiliki momen istimewa lainnya, yaitu peresmian Sanggar Seni Lor Gedong yang kembali aktif setelah sekian lama vakum. Selain itu, kegiatan ini sekaligus menjadi ajang pelantikan Ketua RT 13 yang baru. Warga yang mengelola sanggar dan Garasi Kweni memanfaatkan kesempatan ini untuk melibatkan anggota komunitas setempat dalam pementasan. Dengan demikian, mereka dapat dengan mudah mengajak dan menggerakkan komunitas untuk berpartisipasi dalam acara tersebut. Ditambah lagi, keberadaan peralatan sendiri semakin memudahkan persiapan acara. Semua ini menciptakan suasana kebersamaan dan semangat gotong royong yang kuat dalam penyelenggaraan acara.

Antusiasme warga terhadap acara ini sangat besar. Tidak hanya warga Jalan Kweni, masyarakat dari daerah sekitar juga turut hadir untuk menyaksikan pementasan yang berlangsung meriah. "Jika pementasan ini sukses, kami berharap dapat menjadikannya tradisi tahunan, terutama pada momen perayaan hari kemerdekaan" tambah Marsid dalam kesempatan yang sama.

Pertunjukan Reog Ponorogo yang digelar sebagai alternatif perayaan tahun baru ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga simbol kebangkitan budaya lokal. Kehadiran masyarakat dalam jumlah besar membuktikan bahwa kesenian tradisional tetap mendapat tempat di hati masyarakat Kota Madiun.

Dengan pementasan yang sukses ini, warga Jalan Kweni berharap tradisi ini dapat terus hidup dan menjadi kebanggaan budaya di masa mendatang.



Tags: Kabar Warga