Kabar Warga

Musim hujan membuat lingkungan menjadi lembap sehingga memudahkan virus dan bakteri untuk berkembang biak. (Foto: www.id.pinterest.com)

Ditulis Oleh

Mahendra Satrio Laksono

Musim hujan sering kali membawa tantangan kesehatan yang perlu diantisipasi dengan baik oleh masyarakat. Perubahan suhu yang drastis, kelembapan udara yang tinggi, serta genangan air yang sering terjadi dapat menjadi faktor pemicu berbagai jenis penyakit. Kondisi ini menciptakan lingkungan ideal bagi pertumbuhan mikroorganisme seperti virus, bakteri, dan jamur yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan. Selain itu, musim hujan juga kerap meningkatkan risiko penyebaran penyakit menular, seperti demam berdarah, Diare dan flu. Oleh karena itu, penting bagi setiap individu untuk meningkatkan kewaspadaan, menjaga kebersihan lingkungan, dan menerapkan pola hidup sehat sebagai langkah pencegahan agar tubuh tetap terjaga di tengah tantangan yang ditimbulkan oleh musim hujan.


Apa saja penyakit yang kerap menjangkit masyarakat ?


Selama musim hujan, penyakit yang kerap dialami dan terjadi diantaranya, diare atau muntaber, yang dipicu oleh makanan yang tidak bersih. Selain itu, Demam Berdarah Dengue (DBD) juga meningkat karena genangan air yang menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes Aegypti. Flu ringan juga menjadi penyakit yang sering dialami oleh masyarakat, baik dewasa ataupun anak anak di musim penghujan.


Apa upaya kita untuk menjaga kesahatan dimusim penghujan?


Untuk meminimalkan risiko penyakit tersebut, dr. Nur Hudayana, Dokter Umum RS. Paru Manguharjo Provinsi Jawa Timur dalam Dialog Spektrum Kesehatan di LPPL Radio Suara Madiun (Jumat, 27/12/2024) merekomendasikan beberapa langkah pencegahan. Pertama, menjaga kebersihan lingkungan dengan rutin membersihkan area sekitar rumah dan menghindari genangan air. Kedua, menerapkan pola hidup sehat melalui konsumsi makanan bergizi, cukup tidur, dan berolahraga untuk memperkuat sistem imun. Ketiga, menggunakan pelindung diri seperti pakaian yang dapat menghindari gigitan nyamuk serta menghindari kontak dengan air yang terkontaminasi. Keempat, memperhatikan kebersihan pribadi dengan mencuci tangan setelah beraktivitas dan segera mengganti pakaian basah untuk mencegah infeksi kulit.


Menurut dr. Nur Hudayana kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah dalam menjaga kebersihan lingkungan juga sangat penting untuk terus dilakukan. Dukungan dari pemerintah melalui program seperti fogging dan edukasi kesehatan sangat diperlukan untuk mencegah penyebaran penyakit yang kerap muncul di musim hujan. Fogging secara teratur dapat membantu mengendalikan populasi nyamuk, terutama nyamuk Aedes Aegypti yang menjadi faktor utama demam berdarah. Sementara itu, edukasi kesehatan memberikan pemahaman yang lebih baik kepada masyarakat tentang cara melindungi diri dan keluarga dari berbagai penyakit. Selain itu, pemerintah juga dapat berperan dalam menyediakan fasilitas kesehatan yang memadai, mempercepat respons terhadap wabah, serta memberikan akses yang lebih mudah ke alat-alat pencegahan seperti kelambu, obat nyamuk, dan vaksinasi jika diperlukan.


Di sisi lain, masyarakat juga memegang peranan penting dalam mendukung upaya ini dengan mengikuti program yang telah dirancang oleh pemerintah, seperti kegiatan gotong royong untuk membersihkan lingkungan dan partisipasi aktif dalam kampanye kesehatan. Dengan menerapkan langkah-langkah pencegahan ini, masyarakat dapat menjaga kesehatan dan mengurangi risiko terkena penyakit selama musim hujan. Kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan, memperhatikan kebiasaan hidup sehat, dan mengikuti panduan kesehatan yang telah disampaikan oleh para ahli menjadi kunci utama untuk tetap sehat di musim yang penuh tantangan ini. Kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan individu akan menciptakan lingkungan yang lebih aman dan mendukung kesehatan bersama, bahkan di tengah kondisi cuaca yang kurang bersahabat.


Disunting dari :

Dialog Spektrum Kesehatan LPPL Radio Suara Madiun

Episode Menjaga Kesehatan di Musim Hujan

Narasumber dr. Nur Hudayana RS Paru Manguharjo Provinsi Jawa Timur

Tags: Kabar Warga