Warga RT 15 RW 05 Kelurahan Josenan bersama-sama merawat dan menjaga tanaman yang ada di P2L Bambu Runcing untuk mengembangkanya (Kamis, 10/10/2024). Foto by Rasa Warga
Waskitaningtyas Dwi Ajeng Nastiti
Kota Madiun, – Warga RT 15 RW 05 Kelurahan Josenan, Kecamatan Taman, Kota Madiun yang tepatnya berada di Jalan Condong Campur, Gg Condong Raos berhasil mengembangkan Pekarangan Pangan Lestari (P2L) yang diberi nama Tegalan "Bambu Runcing" sebagai sumber sayur sehat gratis bagi warga. Dengan semangat gotong royong, P2L Bambu Runcing tidak hanya membantu kebutuhan akan sayuran sehat saja, tapi secara tidak lansgung memberikan inspirasi bagi lingkungan sekitar untuk menegmbangkan hal yang sama.
Berawal dari inisiatif beberapa warga yang melihat potensi pekarangan rumah yang belum dimanfaatkan secara maksimal, sekitar 2 tahun lalu disepakati bersama untuk mengembangkan P2L di wilayah tersebut. Tanpa disadari, kini lahan tersebut telah berubah menjadi lahan pertanian mini di tengah lingkungan permukiman. Setiap anggota keluarga diajak berpartisipasi dalam semua proses, mulai dari menanam,
merawat, hingga memanen. Keterlibatan seluruh lapisan warga dilakukan untuk menjaga semangat gotong royong warganya.
P2L Bambu Runcing memiliki tanaman berbagai sayuran dan kebutuhan dapur seperti bawang, brambang, terong, lombok, sawi,kacang panjang dan lain sebagainya yang hasilnya tidak diperjualbelikan, melainkan dimanfaatkan bersama secara gratis kepada warga khusunya RT 15 RW 05 Kelurahan Josenan.
“Tujuan utama kami bukan untuk mendapatkan keuntungan finansial, tetapi memastikan setiap rumah tangga bisa makan sayuran sehat tanpa harus membeli dari luar. Jadi, hasil panen dibagi-bagi dan digunakan untuk konsumsi sehari-hari,” jelas pak Suyono slekau Ketua P2L Bambu Runcing (Kamis, 10/10/2024).
Program P2L ini berhasil menciptakan ketahanan pangan di lingkungan Josenan. Setiap warga dapat memetik sayuran segar langsung dari kebun mereka, yang tentunya lebih sehat dan bebas bahan kimia berbahaya. Selain itu, program ini juga mendorong gaya hidup sehat di kalangan warga, karena sayur yang ditanam sendiri umumnya memiliki kualitas yang baik karena selalu dirawat setiap harinya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua RT 15 RW 05 Kelurahan Josenan, Bapak Beni Sasongko, menceritakan bahwa awalnya hanya ada tanaman kangkung dan lombok di P2L Bambu Runcing.
"Tapi seiring berjalannya waktu, seluruh warga ikut berpartisipasi dan semangat untuk mengembangkan bersama hingga sekarang hasilnya bisa dinikmati bersama ini, bhakan sekarang sudah ada kolam nila juga” tambah Pak Beni.
Melalui P2L, warga RT 15 RW 05 Josenan tidak hanya memperoleh manfaat dari sisi pangan, tetapi juga mempererat kerukunan di antara mereka. Setiap harinya warga sering mengadakan kegiatan untuk merawat kebun, bertukar pengalaman, hingga panen bersama. Kegiatan ini juga melibatkan anak-anak dan remaja, agar mereka lebih peduli terhadap lingkungan dan pentingnya konsumsi pangan sehat.
Melalui semangat gotong royong dan kesederhanaan dalam berkebun, warga Josenan RT 15 RW 05 Kelurahan Josenan telah membuktikan bahwa keberhasilan bisa diraih dari hal kecil, seperti memanfaatkan lahan kosong di sekitar rumah. P2L Bambu Runcing ini diharapkan terus berkelanjutan dan menjadi inspirasi bagi masyarakat luas dalam mewujudkan lingkungan yang mandiri dan sehat.