MADIUN – Pemerintah Kota Pekalongan melakukan kunjungan kaji tiru terkait pengelolaan media dan kehumasan ke Pemerintah Kota Madiun. Kegiatan tersebut menjadi ruang berbagi pengalaman sekaligus menggali strategi komunikasi publik, khususnya dalam peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) dan produksi materi publikasi.
Staf Ahli Wali Kota Pekalongan Bidang Pemerintahan, Hukum dan Publik, Sukirno, mengapresiasi pengelolaan komunikasi publik yang dilakukan Pemkot Madiun. Dalam sesi tanya jawab, rombongan Pemkot Pekalongan menggali berbagai kiat yang diterapkan, mulai dari penguatan SDM, inovasi publikasi, hingga pemanfaatan media dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Madiun, Noor Aflah, menyampaikan bahwa kekuatan SDM menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung komunikasi publik. SDM yang terampil dinilai mampu menghasilkan materi publikasi dan sosialisasi yang lebih kreatif serta sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Kekuatan SDM yang sudah terampil bisa mendukung produksi materi publikasi sosialisasi yang kreatif. Hampir semua yang ada di Pemkot melibatkan Kominfo, sehingga kami terus mengikuti inovasi agar bisa memberikan dukungan yang maksimal,” ujar Noor Aflah.
Lebih lanjut dirinya menjelaskan, inovasi juga menjadi bagian penting dalam mendukung kinerja pemerintah daerah. Diskominfo Kota Madiun telah dua kali memperoleh dana insentif melalui inovasi, di antaranya berkaitan dengan publikasi dan penyediaan wifi gratis. Menurutnya, program tersebut tidak hanya berorientasi pada penyediaan akses internet, tetapi juga menjadi sarana memperluas penyebaran informasi kepada masyarakat.
Ia menambahkan, kondisi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang tidak terlalu tinggi mendorong Pemkot Madiun untuk terus berinovasi. Upaya tersebut dilakukan agar berbagai program dan inovasi yang dijalankan dapat memberikan dampak nyata sekaligus membuka peluang memperoleh dukungan insentif dari pemerintah pusat.
Kegiatan kaji tiru kemudian dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab. Melalui forum tersebut, kedua pemerintah daerah saling bertukar pengalaman mengenai pengelolaan media humas, penguatan SDM, serta strategi komunikasi publik agar informasi pemerintah dapat tersampaikan secara kreatif, cepat, dan mudah dipahami masyarakat. (dspp/kus/diskominfo)