Berita

MADIUN – Pemerintah Kota Madiun kembali menjadi jujukan belajar daerah lain. Terbaru ada Pemerintah Kota Yogyakarta yang berkunjung untuk studi. Kali ini, ada rombongan dari Dinas Kominfo dan Persandian bersama Dinas PU dan BPKAD Kota Yogyakarta yang datang terkait penataan dan pengendalian infrastruktur pasif telekomunikasi melalui ducting fiber optic. Kota Pendekar memang lebih dulu menjalankan jaringan kabel provider bawah tanah tersebut.

‘’Kami dari Pemerintah Kota Yogyakarta dalam hal ini ada dari Dinas Kominfo dan Persandian juga ada dari teman-teman Dinas PU dan BPKAD ke Kota Madiun dalam rangka ingin belajar terkait ducting fiber optic,’’ kata Kepala Dinas Kominfo dan Persandian Kota Yogyakarta, Ignatius Trihastono, Jumat (22/11).

Menurutnya, permasalahan jaringan telekomunikasi tersebut nyaris sama di setiap daerah. Jaringan telekomunikasi merupakan sebuah kebutuhan sebagai akses komunikasi. Namun, keberadaannya yang masif berkembang juga memunculkan permasalahan tersendiri. Salah satunya, estetika. Seperti diketahui, jaringan telekomunikasi kebanyakan masih melalui jalur udara. Tak heran, memunculkan kesemerawutan. Nah, di Kota Madiun sudah dimulai pengerjaan jaringan bawah tanah dengan menggandeng pihak ketiga.

‘’Ini sangat menganggu estetika. Paling efektif adalah dengan membangun ducting. Di Kota Madiun ini menarik karena sudah menginisiasi membangun dan mengajak pihak ketiga,’’ ujarnya.

Trihastono menambahkan tidak banyak daerah yang sudah mewujudkan konsep tersebut. Pihaknya, mendapatkan nama Kota Madiun dari hasil koordinasi dengan Kementerian Komdigi. Tak ayal, pihaknya yang juga ingin melakukan penataan jaringan kabel bawah tanah langsung berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Madiun.

‘’Banyak yang kami dapat. Kalau terkait regulasi saya rasa sama ya. Tetapi kuncinya pada bagaimana keberanian mengambil tindakan. Tidak harus menunggu regulasinya terbangun dulu, tetapi itu bisa dilakukan sambil berjalan,’’ terangnya.

Di Kota Madiun memang telah pekerjaan terkait Sarana Jarangan Utilitas Terpadu (SJUT) itu telah dimulai dengan menggandeng PT Fiber Teknologi Nusantara (FTN). PT FTN sepakat menginvestasikan Rp 50 miliar untuk pembangunan jalur bawah tanah itu di Kota Madiun. Jaringan tersebut setidaknya mencapai 33 kilometer di 43 titik ruas jalan. Saat ini sudah terbangun sepanjang enam kilometer. (rams/agi/diskominfo)