Berita

Madiun - Kehadiran media sosial dalam kehidupan sehari-hari bukan hanya mempermudah kita dalam melakukan interaksi, melainkan sebagai media untuk membagikan dan menerima informasi. Pembagian informasi bukan hanya ditujukan kepada satu orang saja, melainkan bisa bersifat menyeluruh dengan subyek usia yang berbeda-beda. Mengingat pentingnya peran media sosial saat ini dalam penyebaran informasi, masyarakat dituntut handal dalam memilih dan memilah informasi.  Berkaca dari hal tersebut, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Madiun turut memberikan sumbangsihnya untuk mengisi materi terkait dengan informasi yang bersifat Hoax dalam acara Focus Group Diskusi dengan tema "Menolak Ujaran Kebencian, Melawan Hoax dan Bermedia sosial yang sehat guna terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan damai" yang diadakan Polresta Madiun, Kamis (26/7) di Prague Coffee And Eatery7 Madiun. 

Eko Purnomo selaku Kepala Seksi Pengembangan Sumber Daya TIK menjelaskan bagaimana seharusnya masyarakat cerdas dalam memilih informasi mana yang benar dan mana yang bersifat hoax. Eko mengatakan dalam menyikapi berita yang belum tentu kebenarannya, masyarakat seharusnya memeriksa dahulu dari mana sumber informasi atau berita tersebut berasal.

"Untuk memerangi berita hoax, tidak perlu komentar dan menyebarkan melainkan harus segera dilaporkan", jelas Eko menegaskan.

Selain itu, hal-hal yang perlu dilakukan untuk mencegah berkembangnya berita hoax perlu dilakukan perlindungan data pribadi, keamanan daring, dan adanya privasi individu dapat dilakukan dengan pemberdayaan melalui jurnalisme warga, kewirausahaan, dan etika dalam informasi. Masyarakat dituntut tanggap jika menemukan konten di media sosial yang berisi tentang berita bohong / hoax, ujaran kebencian / SARA, radikalisme / Terorisme diharapkan untuk melakukan capture dan mengirim data ke aduan konten@mail.kominfo.go.id dan kiriman aduan akan segera diproses setelah melalui verifikasi dan kerahasiaan pelapor akan dijamin. (Kmf)

Tags: Kabar Warga