Terbukti Apik, Rasa Warga Radio Suara Madiun Raih Program Unggulan LPPL Terbaik

MADIUN – Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) Radio Suara Madiun terbukti baik. Hal itu mengemuka setelah program Rasa Warga yang menjadi program unggulan radio milik Pemerintah Kota Madiun itu berhasil mendapatkan penghargaan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KIPD) Jawa Timur, Rabu (30/10) malam. Rasa Warga berhasil menjadi program unggulan LPPL terbaik dalam KPID Award 2019 di Gedung Negara Grahadi Surabaya tersebut.  

Hal tersebut cukup membanggakan mengingat banyaknya peserta yang turut dalam penghargaan. Setidaknya, terdapat 286 karya, baik TV maupun Radio di Jawa Timur yang masuk dalam KPID Award kali ini. Lembaga yang mengikuti sebanyak 392 dengan 302 di antaranya Lembaga radio termasuk LPPL Radio Suara Madiun. Program Rasa Warga berhasil menjadi yang terbaik dari 169 karya radio yang masuk. ‘’Ini tentu menjadi kebanggaan kita bersama sekaligus menjadi pelecut agar berkarya lebih baik lagi ke depan,’’ kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Madiun Subakri. 

Program Rasa Warga dinilai sarana yang tepat dalam berinteraksi dengan masyarakat. Program tersebut memang memberikan kesempatan bagi warga untuk menyampaikan prestasi, kegiatan, maupun promosi usaha. Menariknya, narasumber yang bersangkutan tidak perlu datang ke studio. Reporter Radio Suara Madiun yang mendatangi narasumber. Tak heran, narasumber semakin terfasilitasi.  Program Rasa Warga rutin dilaksanakan setiap Senin, Rabu, dan Jumat. Namun, program Rasa Warga edisi Senin 12 April 2019 lalu yang mencuri perhatian dewan juri. Kala itu, reporter LPPL Radio Suara Madiun Mahesa dan Ben Candra mengulas Taman Belajar Anak Bangsa dan Sekolah Berwawasan Lingkungan. Mengusung tema Peduli Pendidikan, berbagai hal diangkat dalam wawancara langsung dengan warga yang bersangkutan terkait dua hal itu.

Program semakin menarik dengan dipandu penyiar Rere dari studio LPPL Suara Madiun. ‘’Rasa Warga memang menjadi unggulan dan terbukti diminati masyarakat. Banyak masyarakat yang ingin didatangi dan menyampaikan potensi mereka,’’ imbuhnya.  Ketua KPID Jawa Timur Afif Amrullah menuturkan penghargaan merupakan bentuk ikhtiar KPID Jawa Timur untuk memberikan penghargaan kepada insan media yang telah mendedikasikan penyiarannya.

Selain itu, kegiatan diharap memberikan semangat tersendiri bagi insan media untuk terpacu memberikan program terbaik demi terbangunnya komunikasi dan saluran informasi yang pas bagi masyarakat. Dia menambahkan ada banyak kemajuan dari program-program milik insan media di Jawa Timur. Terbukti dari seleksi ratusan karya yang menguras tenaga. Sebab, karya cukup bagus dan bermanfaat bagi masyarakat. Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengucapkan terima kasih kepada seluruh pelaku industri siaran baik televisi maupun radio serta media pada umumnya dan rekan-rekan jajaran PWI dan jurnalis. Hal itu tak terlepas dari komitmen yang kuat dari pemimpin media di Jawa Tinur untuk menjaga suasana Jogo Jawa Timur agar kondusif. Kondusifitas tentu tidak bisa berjalan sendiri.

Apalagi di era sekarang ini. Era dimana informasi dapat dengan mudah dan cepat diakses seiring berkembangnya teknologi informasi (TI). Muncul tiga tantangan besar yang harus dihadapi. Yakni, era pasca kebenaran (post truth), era disrupsi, serta kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). ‘’Ketiganya memiliki keterkaitan langsung dengan dunia penyiaran, baik audio, maupun audio visual. Karena itu, momentum ini harus dijadikan sebagai bagian penting untuk terusmelakukan dan menjaga agar kita bisa melakukan ricek dari seluruh produk siaran, sebelumdipublish,’’ tegasnya. (kiki/bendrik/agi/diskominfo)