Ingin Temukan Rumah Kerabatnya, Pasutri Belanda Datangi Kominfo

Madiun – Berbeda dari biasanya, Senin (19/3), Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Madiun dikejutkan dengan datangnya pemohon informasi dari luar negeri. Emmah dan istrinya merupakan pasangan suami istri (pasutri) asal Belanda. Kedatangannya di Kominfo disambut hangat oleh Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Publik, Iroh Sunirah dengan menanyakan maksud dan tujuannya mendatangi Diskominfo.

Dengan menggunakan bahasa inggris, Emmah mengungkapkan tujuan kedatangannya untuk mencari tahu alamat kakeknya yang pernah tinggal di Kota Madiun. Berbekal alamat di buku diary yang diwariskan ibunya, Emmah dan istrinya berharap bisa menemukan alamat tersebut. Namun, saat ditanya lebih lanjut terkait alamat lengkap dari sang kakek, Emmah tidak mengingatnya.

“ Saya hanya mengingat kakek saya dulu pernah tinggal disekitar Jalan Jawa, Jalan Sumatera, atau Jalan Diponegoro”, ujarnya.

Mengingat banyaknya warga Belanda yang dulunya pernah tinggal dan menetap di ketiga jalan tersebut, Emmah dan istrinya melakukan penelusuran, namun hasilnya tidak ditemukan.

Karena keterbatasan data yang dimiliki, Diskominfo Kota Madiun memutuskan untuk mendatangi Gereja Katolik Santo Cornelius yang terletak tidak jauh dari Balaikota Madiun dengan harapan mendapatkan data baptis dari jamaah.

Berdasarkan penjelasan dari pengurus gereja, Purwanto, pihak gereja tidak bisa membantu banyak karena kakek Emmah dulunya tidak melakukan pembaptisan di Gereja Katolik Santo Cornelius Kota Madiun melainkan di Gereja Katolik Kota Mojokerto.

“Kemungkinan besar data keluarga Emmah ada di Gereja Katolik Kota Mojokerto, jika memungkinkan kami akan menghubungi pihak Gereja Katolik Kota Mojokerto namun tidak mudah karena pihak gereja pasti membutuhkan waktu lama untuk mencari data pembaptisan jemaah dari tahun 1933”, ungkapnya menjelaskan.

Untuk mempermudah koordinasi nantinya, pihak Kominfo yang dibantu pihak gereja memutuskan agar pasutri asal Belanda tersebut meninggalkan e-mail sehingga jika memang alamatnya dapat ditemukan, pihak Kominfo bisa langsung menghubungi. (Kmf)