Masyarakat Wajib Melek Informasi, Pemkot Optimalkan Peran KIM Melalui Pembinaan Rutin

MADIUN – Informasi bukan sekedar pelengkap. Namun, sudah menjadi salah satu kebutuhan dasar. Tak heran, masyarakat wajib melek informasi. Selain agar selalu uptodate, informasi juga memberikan kesempatan membuka peluang baru. Informasi tidak hanya dari instansi dan lembaga. Masyarakat juga dapat menjadi penyebar informasi kepada sesamanya. Seperti yang dikelola dalam Kelompok Informasi Masyarakat (KIM). Tak heran, Pemerintah Kota Madiun melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) getol melakukan pembinaan agar KIM semakin efektif dan berkembang. ‘’Rencana ada 12 pembinaan dalam tahun ini. Artinya, minimal ada sekali pembinaan dalam setiap bulan,’’ kata Kabid Pengelolaan IKP Diskominfo Iroh Sunirah saat pembinaan KIM di aula kantor Kecamatan Taman, Selasa (23/1).

Pembinaan, kata dia, beragam. Mulai soal pengelolaan informasi, administrasi, hingga kelembagaan. Masyarakat diharap bijak dalam menyikapi informasi dari internet. Baik saat mengakses maupun mengirim informasi dan menyebarluaskan. Kebenaran informasi perlu dilakukan. Sebab, banyak informasi bohong alias hoax yang beredar. Ironisnya, masyarakat mudah terpancing untuk ikut menyebarkan. Pemkot sengaja menggandeng relawan TIK Kota Madiun sebagai pemateri untuk hal ini. ‘’Sekarang ini informasi banyak beredar di internet. Terbukti dari data pengguna internet yang semakin meningkat dari tahun ke tahun. Masyarakat harus bijak menyikapi berita internet maupun media sosial,’’ ungkapnya.

Pihaknya juga melakukan pembinaan dibidang administrasi dan kelembagaan. Tak heran, kepengurusan dibentuk. Pemilihan ketua dilakukan. Agus Wijanarko terpilih sebagai ketua KIM Kota Madiun. Bahkan, SK bakal diterbitkan. Iroh menyebut SK sedang dalam proses. Dia berharap administrasi KIM lebih baik setelah terbentuk kepengurusan. Ini penting lantaran KIM Kota Madiun bakal mengikuti lomba di tingkat provinsi. ‘’Kota Madiun pernah meraih juara kedua Lomba Cerdik Cermat Komunikatif (LCCK) tingkat provinsi 2017 lalu. Paling tidak ini bisa dipertahankan,’’ harapnya sembari menyebut penilaian administrasi LCKK Pekan Kim 2019 dilaksanakan April mendatang.

Pembinaan kepada anggota KIM se-Kota Madiun juga dimanfaatkan untuk sosialisasi city branding Kota Karismatik Madiun dengan segala produknya. Mulai lagu khas daerah hingga pakaian. Sosialisasi logo Kota Karismatik Madiun dikemas apik melalui fragmen seni pertunjukkan rakyat (Pertura). Begitu juga dengan lagu Jeruk Nambangan dan Madumongso yang dibawakan disela pertunjukkan. Penyaji sengaja mengenakan pakaian khas Kota Madiun supaya lebih mengena.

‘’Prinsipnya informasi kepada dan dari masyarakat harus semakin mudah kini. Pastinya informasi yang berkualitas,’’ pungkasnya.

Kepala Diskominfo Kota Madiun Subakri berharap KIM dapat menjadi agen informasi di tengah masyarakat. Selain sebagai komunikasi dengan pemerintah, KIM juga dapat dimanfaatkan untuk mempublikasikan potensi pariwisata maupun usaha kecil menengah (UKM). Informasi bakal lebih cepat dan muda diakses jika masyarakat turut berpatisipasi aktif. Masyarakat dapat saling bertukar informasi. Ini penting agar dapat saling mengisi dan membantu. Utamanya dalam bidang informasi. ‘’Informasi menjadi salah satu kebutuhan uatama. Pemerintah pastinya memfasilitasi demi terwujudnya kemudahakan informasi di masyarakat,’’ ujar beliau. (agi/diskominfo)